Hello,This is me!

Riz Altaf

Not everyone will understand ur journey It's Okay! You're here to live ur life Not to make everyone understand

Jumat, 09 Oktober 2015

Bertemu dengan Nungnung Waterfall Badung, Bali

Apa yang terlintas saat aku menyebut kata “Bali”? Yap. Bali memang terkenal dengan Pantainya. Tapi tahukah kalian sob bahwa di pulau cantik milik Indonesia ini juga mempunyai Air Terjun yang bisa membuat hati kita terasa sejuk saat berada di bawahnya. Air Terjun Nungnung adalah salah satunya.

Air terjun ini berada di Banjar Nungnung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, kabupaten Badung. Kamu bisa meminta bantuan GoogleMap untuk ke lokasi air terjun ini dengan Koordinat GPS: 8°19’47”S 115°13’45”E. Berjarak sekitar 45 km ke utara dari Denpasar atau sekitar 1.5 jam waktu berkendara. Tempat Air Terjun ini tidak begitu jauh dari Jembatan Tukad Bangkung. Hanya sekitar 5 km saja. Setelah cukup lelah Loncat-loncat Gak Jelas di Jembatan Tukad Bangkung akhirnya kita menuju ke Air Terjun ini, berharap bisa menemukan yang adem-adem J

Sempat cari informasi di Internet, katanya untuk menuju ke tempat yang satu ini dari kota Denpasar menuju arah Sangeh atau Petang. Terus ikuti jalan hingga tiba di desa Nungnung. Selanjutnya akan kamu temui pertigaan dengan plang bertuliskan “Nungnung Waterfall”. Dari pertigaan tersebut belok kanan menuju tempat parkirannya. Tapi entah kenapa, atau mungkin aku gak sempat melihatnya, aku tidak menemukan plang dengan tulisan “Nungnung Waterfall” seperti yang dimaksud sebelumnya. Untung saja GPS bisa cukup membantu. Liburan ke Bali gak perlu khawatir tentang jalan. GPS bisa diandalkan di sini, tapi jangan lupa untuk tetap berhati-hati pada keakuratan petanya. Jangan sampai salah tempat seperti pengalamanku waktu mau ke Bukit Asah. Baca Ceritanya di sini: Bukit Asah, Bali

Untuk mencapai Air Terjunnya, dari parkiran kamu harus jalan kaki menuruni ratusan anak tangga yang sangat curam sepanjang 2 km. (Cari di Guugle, gak sempat ngukur). Tiket masuknya waktu itu Rp.15.000 /2 ekor orang / 1 motor. Jangan lupa untuk berhati-hati karena kalau musim hujan jalannya licin pastinya. Kalau kamu mulai lelah, dengan semua ini kamu bisa beristirahat sejenak di tempat-tempat yang sudah disediakan.

Tangga menuju air terjunnya


Lumayan Jauh juga sob, tapi dengan semangat 45 rasa lelahpun tidak terasa. Suara air terjunnyapun seakan-akan memberikan semangat kepadaku… seakan-akan berteriak, “Ayo… Cepat… Cepat… Temui Aku….”. Dan beberapa menit kemudian….

-


Sebentar, sepertinya ada yang salah. Kok sepi ya? Terus orang-orang yang ada di depanku tadi pada kemana? Jangan-jangan….. Arghh….. #alay. Usut punya usut ternyata bukan air terjun ini yang memanggilku tadi. Ternyata yang ini tetangganya… hehe..

Itu dia si Nungnung

No Caption


Baru melihatnya, aku sudah terpana akan kecantikannya. Ingin sekali waktu itu dengan cepat langsung melepas sepatu, jaket, kaos, celana dan langsung mendekati dia. Tapi karena suatu hal yang tidak bisa aku ungkapkan akhirnya aku membatalkan niat tersebut (ngomongin apa sih ini?). Memandangiya dari jauh saja sudah cukup J . Dan tidak lupa untuk mengabadikannya dalam Kamera pastinya.

A photo posted by Riz Altaf (@rizaltaf) on

Semua artikel di blog ini hanyalah untuk berbagi. Mohon maaf jika ada salah dalam penulisan kata. Kritik dan saran sangat diterima, silakan meninggalkan komentar. Semoga bermanfaat. Terima kasih

3 comments:

  1. Weeeeeeeeeeeeeeeeeehhhh....
    Keren banget!!
    Nanti kalo ke bali, mau ke sini ah...
    heheheheeeuuu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhu.... Silakan datang... Dijamin Gak Nyesel :)

      Hapus
  2. air terjunya tinggi, bagus buat foto-foto disana berhubung pemandangannya indah..

    BalasHapus